Rabu, 05 Oktober 2011

UNTUK CALON ISTRIKU. 02


Sabtu 24 September 2011. 10.00 kamar Sunan Muria.

“Calon istriku, setelah kuucapkan “Qabiltu nikahaha”. Yang berarti sejak saat itu kau telah halal bagiku, izinkan aku berangkat ke pasar.Kan kubeli kain kafan yang akan kugantung di salah satu bilik rumah cinta kita.”
“Saat melihat kain kematian itu, Jangan kau takut dan sedih! Kesedihanmu akan membuatku merasa bersalah. Tetapi,  Jika kau tahu  wahai calon istriku? dengan kain kafan itu syahadatku, shalatku, puasaku, zakatku, shadakahku, usaha hajiku, tilawah Quranku, istighfarku, kerjaku, amal sosialku dan semua kebaikan yang bisa kulakukan akan kukerjakan secara maksimal. Bagaimana tidak? Setiap muslim akan akan menyesal saat debu dan tanah mengkotori kain kafannya, kemudian mereka berkata: “ Ya Allah berikan aku tenggang waktu sedikit saja, kan ku taat dengan seluruh kekuatanku padaMu”. Begitu juga dengan cintaku, perhatianku, dan belaian lembutku padamu. Tak sedetikpun aku ingin menyakitimu. Sehingga, izinkan aku mencintaimu  semaksimal mungkin, seolah aku akan meninggalkanmu selamanya. Semua ini kulakukan karena kumencintaimu, duhai calon istriku.


Rabu, 21 September 2011

PROBLEMATIKA RESEPSI PERNIKAHAN MASYARAKAT KITA

Menjadi sebuah bagian dari kritik sosial. saat resepsi  pernikahan terlaksana dengan mewah, bertempat di gedung bergengsi, dengan sajian, mahal, dan tampilan orang-orang borjuis. 
Masyarakat kita adalah masyarakat menengah ke bawah pada skala mayoritasnya, sehingga penulis menganggap perlu dan penting rasanya mengangkat masalah resepsi pernikahan ini.
berpijak pada tujuan resepsi pernikahan yaitu mempublikasikan kesahan atau legalitas hubungan seorang laki-laki dan perempuan pada keluarga dan masyarakat, kiranya penulis meminta masyarakat merefresh paradigma tujuan resepsi pernikahan. kesan pertama yang muncul dibenak kita hari ini saat mendengar resepsi pernikahan adalah  adalah amplop yang dibawa para undangan untuk si empu acara. tentu ini bertolak belakang dengan tujuan awal diadakannya resepsi pernikahan. bahkan, yang seharusnya undangan dan tuan rumah berbahagia dalam satu acara, karena muncul rasa berat dari para undangan sebab mereka datang harus dengan membawa "amplop" .
penelitian para pakar psikolog berkonsensus bahwa seluruh hal yang ada di sekitar kita akan mempengaruhi kehidupan kita. tidak terkecuali hati para undangan yang merasa berat dengan kedatangannya. Padahal, kehadiran undangan sesungguhnya dimaksudkan agar memberi doa bagi kedua mempelai dalam menjalankan hubungan pernikahan.
belum lagi saat mengkaitkan resepsi pernikahan yang mewah dengan keadaan masyarakat kita yang maaf dalam keadaan miskin. saat dihelat resepsi mewah di gedung bergengsi, beberapa masyarakat miskin kita senang karena mereka mendapat kesempatan untuk mencicipi makanan yang biasa mereka bayangkan. tetapi tak sedikit pula dari orang-orang proletar itu tidak menghadiri undangan resepsi mewah itu. Bukannya mereka tidak mau, tapi mereka malu dan segan untuk menghadirinya. mereka takut kalau-kalau saat mereka hadir di tengah-tengah undangan ada seseorang yang melecehkan keadaan mereka.
Bagi penulis semua manusia adalah sosiolog dan antropolog. dan untuk merasakan apa yang masyarakat terpinggir itu rasakan manusia tidak perlu menjadi profesor, terlalu tinggi. dengan nada persuasif, penulis menyampaikan:
  1. resepsi tidak perlu terlalu mewah, tetapi bukan berarti tidak boleh. yang terpenting adalah bagaimana sekiranya tidak ada yang berat dan merasa terluka saat perhelatan resepsi tersebut.
  2. dekonstruksi budaya Buwuh. dan meskipun memberikan amplop, selayaknya dimotivasi oleh dorongan beramal, bukan memberikan pinjaman yang akan dikembalikan saat pemberi amplop menggelar resepsi yang serupa.
  3. kesadaran masyarakat 



Senin, 19 September 2011

http://id.lidwa.com/app/


TASAWUF KURNI (sukur muni) 1

Nggak ada yang susah sebetulnya saat kita mendengar kata tasawuf. tasawuf itu hanya kata lain dari BERBUDI LUHUR. salahnya, banyak orang yang kesusu memvonis sesat. Klo sudah sesat, masuk neraka. aku katakan disini" emangnya neraka ini punya mbahmu?"
tulisan ini memang sedikit anarkis, tapi tetap kritis, dan sadis. herannya lagi, dengan hanya kemampuan bhasa yang lemah mereka berani mengatakan sebagian golongan muslim setengah kafir. Yoopo ki. memahami quran saja masih pakek terjemahan.  wes wani-wani mengkafirkan pelahap simbol-simbol gundul bahasanya abu Lahab. jangankan itu, malah ada yang membaca kitabsucinya belum lancar. Ajaran apa yang mereka lalui. setan mana yang demikian hebat memilih mereka menjadi bolo?
Tapi, sejelek-jelek mereka, bagi kalangan tasawuf mereka adalah guru. bagi seorang sufi, jangankan sesama atau orang yang lebih tua, musuhpun adalah guru bagi mereka. dari sisi mana seorang sufi menjadikan mereka seorang guru? saksikan setelah pesan-pesan yang akan lewat ini.

SENIN 19 SEPTEMBER 2011 .19.45

Selasa, 13 September 2011

amil

http://www.g-excess.com/373/pengertian-dan-syarat-wajib-zakat-bagi-orang-muslim/
http://www.eramuslim.com/konsultasi/zakat/upah-amil-zakat.htm
http://kaqfa.blogspot.com/2007/10/hari-raya-idul-fitri-hampir-tiba-ummat.html
http://www.dpu-online.com/konsultasi/detail/219/pengertian-amil-zakat

Senin, 12 September 2011

maqashid syariah

http://www.eramuslim.com/berita/laporan-khusus/imam-syatibi-maqashid-syariah-dan-pancasila.htm
http://khamamizada.multiply.com/journal/item/12?&item_id=12&view:replies=reverse
http://muhammadidris84.blogspot.com/
http://elshiha.multiply.com/journal/item/4/Ijtihad_Kontemporer
http://www.badilag.net/data/ARTIKEL/WACANA%20HUKUM%20ISLAM/KOMULASI%20GUGAT%20DAN%20ALTERNATIF%20PENYELESAIANNYA.pdf
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/5515/1/09E02299.pdf