Selasa, 16 Agustus 2011

SLANK bukan SLANK yang kita kenal selama ini. edisi santri 1

mengais ilmu dari sisa kosentrasi memang pekerjaan yang ambigu. antara kantuk dan semangat menuntut ilmu. kata orang psikologi, keadaan ini adalah keadaan SLANK. kalau sampai ada sedikit saja ilmu yang tertangkap sensor otak saat kita SLANK, maka dipastikan memori itu tidak akan hilang, karena melekat pada alam bawah sadar kita. Masalahnya, saat keadaan seperti itu, sangat sulit kita mengatur motivasi kita, sehingga tidak sesuai dengan kehendak badan yang mulai capek. Dan metode ini pula yang ada pada pola didik pesantren. Pesantren tidak mengenal istilah " Hentikan pelajaran saat anak didik mulai jenuh, capek, atau tidak konsentrasi pada materi". kemudian muncul pertanyaan. Apakah hal ini termasuk salah satu faktor mengapa banyak santri yang mampu menghafal banyak sekali pelajaran dari kurikulum pesantren. Kalau metode pesantren ini benar, kesimpulan psikolog di atas akan terbantahkan. bukti di lapangan sangat banyak sekali, seperti imam Nawawi RA. yang jika dikalkulasikan karangannya dan umurnya, kurang lebih karya beliau dalam satu hari saja mencapai 300 lembar. belum santri-santri yang lain, seperti Al ghazali, As syuthi dan teman-teman seprjuangan kita.