Jumat, 16 Desember 2011

penyesalan

Kala warna coklat mulai memekat
aku malu jika imanku jatuh
sedang yang lain ada yang naik
diri bagai dedaunan kering terombang-ambing
angin badai yang menerpa
nafsu kau ada padaku atau padamu aku
lebih tragis jika aku padamu
lilin lilin penerang pembakar peleleh
tinggal pembakar dan peleleh tanpa sinar yang ada
apinya hitam layaknya jahannam
tak terlihat, karena panasnya

aku sadar...........
aku lah lilin pembakar dan peleleh itu
dan hitam api itu adalah apiku
api dari nafsuku, tapi aku masih bingung
itu api dari nafsuku atau nafsu dari apiku

meski tak pernah air mata ini menetes dingin karena nafsu
mengapa terus kulakukan.............
aku suka menangis dan aku suka membuat diriku menangis
yang kutakutkan adalah...........
kubuat diriku menangis karena dosa tapi...............
belum sempat aku menangis,
dia datang
dia yang tak kenal tawa dan tangis
akhirnya, aku hanya menyesal
semoga sesal ini menjadi satu amal pengharapan
meski telah berkalang tanah

aku menyesal